Jurnalistik 6B Muhammad Nur Azis A310190234

UAS_A310190234_Muhammad Nur Azis

KESENIAN REOG KUDA LUMPING MANGGOLO BUDHOYO SEBAGAI AKULTURASI BUDAYA DI DESA KORIPAN

 

Kesenian reog Manggolo Budhoyo adalah kesenian masyarakat yang hamper sama dengan Jaran Kepang pada umumnya. Reog Manggolo Budhoyo berasal dari Desa Koripan, Kec. Susukan, Kab. Semarang. Reog Manggolo Budhoyo biasanya ditampilkan oleh laki-laki dan perempuan yang berasal dari Desa Koripan, dan pemain reog sendiri dibagi dua grup, yang grup pertama jaranan anak-anak yang dimainkan oleh anak kecil, biasanya ditampilkan di awal pertunjukan, sedangkan grup kedua yaitu jaran kepang yang dimainkan oleh remaja dan bapak-bapak. Reog Manggolo Budhoyo biasanya dipentaskan ketika ada masyarakat yang ingin menanggap atau mengundang, dan biasanya ditampilkan saat ada acara hajatan atau penikahan dan setelah lebaran selesai.         Unsur perpaduan antara kesenian Reog Manggolo Budhoyo dengan kesenian Reog Ponorogo adalah terletak  pada  tarian  Jaranannya,  yang  dimana  pada  kesenian  Reog Manggolo Budhoyo seorang penari reog akan menari dengan mengunakan Kuda lumping sama halnya dengan seni tari Reog ponorogo yang juga sama menggunakan kuda lumping sebagai propertinya tetapi  yang membedakan adalah gerakan tariannya dan busana yang dikenakannnya. Dalam seni Reog Manggolo Budhoyo, seorang penari mengenakan busana yang cukup sederhana seperti atasan dengan kaos lengan panjang dengan motif batik bunga yang dihiasi dengan kalung kace, celana pendek warna hitam, jarik motif kotak-kotak, dan iket kepala atau disebut irah-iraan.  

berikut gambar reog kuda lumping manggolo budhoyo :

 

   

 

Sementara busana yang diapakai oleh penari Reog Ponorogo hamper sama Cuma yang membedakan yaitu atasannya, Reog ponorogo biasanya menggunakan  pakaian  panjang  berwarna  putih  untuk  penari  yang  perempuan  sedangkan untuk penari laki-laki tidak memakai baju hanya menggunakan hiasan dileher dan memakai iasan dikepalanya dan memakai pecut. Situasi dalam pertunjukan saat penyajian atau penampilan reog kuda lumping di Desa Koripan sangat meriah dan banyak didatangi warga baik itu warga Desa Koripan maupun dari luar Desa Koripan. Suasana akan sangat memanas saat salah satu penari reog kuda lumping tersebut kerasukan/  kemasukan roh yang membuat penari bisa melakukan sesuatu diluar nalar manusia seperti memakan kaca atau gelas, dan melakukan acrobat yang membuat heboh penonton yang melihatnya. Dengan diadakannya kesenian reog ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar warga.

berikut gambar reog ponorogo :

Kabar Reog Ponorogo Diklaim Malaysia, Sejarawan: Apa Benar Reog Ponorogo? |  kumparan.com

 

Tari yang berpakaian seperti jaman dahulu dengan bawahan memakai kain batik yang diikat dipergelangan perut  dan memakai ikat kepala serta wajah yang dirias sedemikian rupa agar lebih menarik. Reog Manggolo Budhoyo di Desa Koripan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang diciptakan oleh Mbah Raden Joyo Kusumo dan Mbah Raden Joyo Tirto dan saat ini dikembangkan oleh Bapak Tarto selaku pawang reog di Desa Koripan. Dengan diadakannya kesenian reog ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar warga.

  1. Letak Geografis                                                                                                                             Desa  Koripan  yaitu  salah  satu  desa  yang  berada  di  Kec.  Susukan,  Kab.  Semarang. Dengan keadaan sosial dan budaya kesenian yang memiliki ciri khas, dengan salah satu cirinya  memiliki kesenian  tersendiri  yang  agak  berbeda  dengan  daerah  lain.  Kondisi  di wilayah sekitar Kabupaten Semarang dijelaskan sebagai berikut.

  • Kondisi di Wilayah Kabupaten Semarag,                                                                                Semarang dikenal  sebagai  Kota Atlas.  Julukan ini  bukanlah sembarangan, Kota Atlas merujuk pada kepanjangan Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat. Slogan ini adalah upaya untuk mengajak masyarakatnya memelihara keindahan kota Semarang.

  • Desa Koripa                                                                                                                                    Desa Koripan yang terletak didaratan rendah dan dikelilingi dengan sawah- sawah dan kebun yang masih terjaga keasriannya, dan desa Koripan terletak di dekat Gunung Merbabu. Dan  di Desa Koripan cuacanya cukup  sejuk karena berada di pedesaan yang masih banyak penghijauan, dibandingkan di kota semarang sendiri 

Adapun macam-macam kesenian yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Semarang diantaranya adalah :

  1. Reog Ponorogo

Sejarah Reog Ponorogo yang Diklaim Malaysia di UNESCO

Reog ponorogo merupakan seni tari yang berasal dari Jawa Timur Tepatnya di Ponorogo, tetapi di Kab. Semarang sendiri memiliki banyak sekali paguyuban kesenian reog yang hampir sama dengan Reog Ponorogo. Hampir seluruh kecamatan yang berada di Kab. Semarang memiliki kesenian reog, namun ada juga yang sudah maju dan ada juga yang hanya ditampilkan saat ada acara di desa tersebut. Dalam kesenian reog ponorogo juga terdiri dari berbagai penari seperti jaranan, warok, singo barong, jathil, Bujang Ganong, Klono Sewandono 

 

  2. Kuda Lumping

                    Kumpulan Berita KUDA LUMPING: Daftar Sekarang! Lomba Ebeg Purbalingga  Berhadiah Total Puluhan Juta

Kuda Lumping atau biasa dipanggil jaran kepang adalah tarian tradisional yang berasal dari Jawa yang meanampilkan seorang prajurit yang menggunakan kuda-kudaan yang terbuat dari bambu sebagai alat untuk menari. Tarian jaran kepang ini biasanya hanya menampilkan seni tari prajurit berkuda yang bisa dimainkan laki-laki dan perempuan, akan tetapi ada beberapa yang menampilkan tarian kuda lumping yang menyuguhkan atraksi kesurupan atau kerasukan arwah, memiliki kekebalan, dan kekuatan magisyang tidak bisa dinalar oleh manusia biasa. Bagian yang paling menarik dalam seni tari ini adalah saat pemain reog atau penari reog kuda lumping kerasukan roh gaib atau jin. Dalam hal ini, akan dilihatkan hal-hal diluar nalar yang bahkan manusiaa biasa tidak dapat menirunya. Biasanya, penari yang sedang kerasukan roh akan memiliki kekebalan fisik dan lincah, seperti kebal terhadap pecutan dan juga pukulan serta goresan dari senjata tajam bahkan terkadang ada yang sampai memakan pecahan kaca gelas atau beling. 

 

       3. Buto Gedruk

Gedruk New Grasak - rampak buto (09-09-17) - YouTube

Tari Buto Gedrug sudah lama sejak dahulu tumbuh dan berkembang di daerah Boyolali, tetapi kini sudah banyak daerah-daerah di jawa tengah yang mengembangkan kebudayaan tersebut, khususnya di kecamatan Susukan, tari Buto Gedruk dapat dimainkann oleh laki-laki dan perempuan, tarian ini lebih modern disbanding dengan reog jaran kepang karena diiringi dengan musik gamelan Jawa dan juga keyboard dengan alat music yang lebih modern. Penari Buto Gedruk biasanya akan menggunakan topeng-topeng yang sedikit  menakutkan seperti topeng buto, pocong, dan banyak macamnya, dan kemudian akan dilepas topengnya saat dipertengahan pertunjukan.

      

Komentar