Merajut Kisah di Ruang Kelas Merdeka SD Negeri 2 Tumiyang
Saya Muhammad Nur Azis mahasiswi perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan nomor induk mahasiswa A310190234 fakultas keguruan dan ilmu pendidikan jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia mengikuti Kampus Mengajar angkatan 3 dengan misi utama “pendidikan” bersama teman-teman satu kelompok dari asal universitas yang berbeda beda, saya mendapat bekal yang cukup banyak dalam dunia pendidikan dan bersosialisasi terhadap masyarakat. Saya dan kelompok saya ditempatkan di luar domisili, yaitu berada di kabupaten banyumas tepatnya di SDN 2 Tumiyang. Kami beranggotakan 4 orang, yang sebelum penerjunan berjumlah 5 orang dikarenakan salah satu anggota kelompok saya yang berada di kepulauan Jambi mengundurkan diri dikarenakan menunggu orang tuanya yang sedang sakit sehingga tidak bisa melanjutkan program kampus mengajar.
Dirinya menuturkan kepada dosen pembimbing lapangan pada saat sharing season bersama sama sebelum penerjunan. “mohon maaf Bu Pungky (dpl) saya tidak bisa melanjutkan program kampus mengajar in karena saya disuruh orang tua saya untuk menunggu Ibu saya yang sedang sakit”. Tuturnya dengan raut wajah yang sedikit kecewa. Kemudian dpl kami memperbolehkannya dan menyuruhnya untuk berkoordinasi langsung dengan pihak dari kampus mengajar agar segera diurus proses pengunduran diri sebelum tiket pemberangkatan diproses.
Saya sangat antusias mengikuti program yang ditawarkan di kampus yaitu salah satunya Kampus Mengajar Angkatan 3, program ini diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Saya mulai mendaftarkan diri dan menyiapkan berkasberkas untuk daftar program Kampus Mengajar Angkatan 3. Beberapa minggu setelah pendaftaran tahap selanjutnya adalah mengerjakan survei kebhinekaan. Setelah itu, tinggal menunggu hasil seleksi Kampus Mengajar Angkatan 3.
Tepat tanggal 17 Januari, di umumkan hasil seleksi pendaftaran program Kampus Mengajar angkatan 3 saya dinyatakan lolos di SD Negeri 2 Tumiyang Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Banyumas. Setelah dinyatakan lolos saya mengikuti kegiatan Pembekalan selama 1 bulan, selesai mengikuti Pembekalan saya dan Teman-teman seharusnya melakukan survey ke sekolah sasaran yang akan kami laksanan saat penerjunan, tetapi karena kami sekelompok ditempatkan diluar domisisli sehingga di sarankan untuk menunggu tiket keberangkatan turun, sehingga wkatu observasi yang seharusnya dilakukan disekolahan kami melakukan observasi dengan cara saling kontak dengan guru pamong yang berada di sekolahan tersebut dan bertanyatanya tentang lingkungan yang berada di sekolah tersebut.
Tanggal 28 maret saya mulai penerjunan ke lokasi penempatan, saya menggunakan transportasi jalur kereta dari stasiun Solobalapan ke stasiun Purwokerto. Setelah sampai di stasiun purwokerto saya melanjutkan perjalanan ke rumah kepala sekolah SD Negeri 2 Tumiyang yang nantinya akan jadi tempat tinggal sementara saat penugasan disana bersama teman-teman kelompok lainya. Akses jalan dari rumah kepala sekolah dengan sekolahan cukup dekat namun jalanya yang menanjak cukup untuk membuat kami berkeringat saat menempuh perjalanan ke sekolah tersebut, namun pemandangan yang masih sangat hijau dan banyak kebun-kebun karenadi desa tersebut berada di dataran tinggi atau puncak sehingga suasananya masih sangat asri dan segar.
Untuk kegiatan kami di sekolah setelah penerjunan yaitu observasi untuk menentukan program kerja apa yang akan kami jalankan untuk memenuhi kebutuhan disekolah tersebut.
Setelah observasi kami melakukan rapat dengan kepala sekolah beserta guru-guru SD Negeri 2 Tumiyang untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan program kera kami selama berada di sekolah tersebut. Isti Rahayu salah satu anggota kelompok kami menyampaikan program kerja utama kami, “program kerja utama yang kami susun untuk dilaksanakan dalam kurun waktu 3 bulan kedepan yaitu yang pertama Literasi Numerasi, Administrasi, dan yang ketiga adaptasi teknologi”. Dan setelah mempresentasikan kami mendapat masukan dan tugas tambahan dari pihak kepala sekolah dan guru untuk pembagian sebagai shadow teacher yang mana saya sendiri ditugaskan untuk menunggu kelas 4 kalau guru di kelas tersebut berhalangan hadir atau sedang ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan sehingga saya yang akan mengisi kelas tersebut.
Kegiatan kami sehari-hari di sana yaitu dimulai sejak bangun tidur kemudian kami membagi tugas masing-masing untuk 2 orang membantu bersih-bersih rumah, dan sisanya memasak untuk sarapan nantinya. Setelah selesai semua kami bergantian mandi dan kemudian sarapan atau makan pagi bersama-sama, dan setelah itu kami berangkat ke sekolahan dan pukul 06:45 kemudian melaksanakan proker kami yaitu Literasi pagi selama 15 menit sebelum Pembelajaran dimulai yang dilakukan bergantian tiap harinya urut dari kelas yang paling bawah,
kemudian kami melanjutkan proker kami yang lain yaitu administrasi perpustakaan dll. Setelah pulang sekolah kami melanjutkan dengan kegiatan numerasi pada pukul 12:00 sebelum siswa pulang sekolah selama 15 menit. Kemudian setelah selesai dan anak-anak sudah pulang sekolah kami bersama guru-guru yang lain juga pulang meninggalkan sekolahan. Setelah sampai di rumah kami istirahat sebentar dan lain sebagainya, ada yang enyuci pakaian dll. Danmalam harinya kamimemasak bersama-sama untuk makan malamnya, kemudian dilanjut mengerjakan tugas dan mengisi log book masing-masing.
Berdasarkan analisis yang kami laksanakan, SD Negeri 2 Tumiyang merupakan salah satu sekolah yang berada di desa Kutiyang dengan akreditasi sekolahnya yaitu “B” dengan jumlah siswa sebanyak 87 siswa dan 9 guru. Dan di SD Negeri 2 Tumiyang sudah menerapkan pembelajaran full luring dari jam 07:00 sampai dengan jam 11:45. Salah satu prokerkami yaitu Literasi dan Numerasi kami laksanakan untuk mengasah kemampuan siswa terkait AKM yaitu pembelajaran Literasi dan Numerasi. Untuk literasi kami mencanangkan gemar membaca, yaitu siswa diminta untuk membaca sebuah cerita kemudian menyalin ide pokok dari cerita tersebut dan disampaikan di depan kelas. Untuk numerasi, siswa diminta untuk melakukan review hafalan perkalian di depan kelas secara bergantian. Dalam melaksanakan pendampingan mengajar kami juga sering mengajak siswa untuk berdiskusi terkait materi yang telah kami sampaikan, hal itu kami laksanakan agar siswa juga memiliki keberanian untuk mengungkapkan pendapat terkait sebuah permasalah yang diangkat pada materi pembelajaran.
Bertemu dengan peserta didik di SD Negeri 2 Tumiyang begitu menyenangkan, karena lagi-lagi saya akan mendapat suplemen semangat dan kebahagiaan. Begitu banyak karakter yang saya temui di dalam diri mereka, terkadang seperti bercermin dan kilas balik ke masa saya SD dulu. Tidak perlu dijabarkan satu-satu, cukup dibayangkan saja bagaimana sesuatu yang kecil dibalut dengan canda dan tawa mampu membuat bahagia. Pengalaman inilah yang menjadi motivasi saya, mahasiswi Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta. untuk mengikuti Program Kampus Mengajar, Oleh karenanya, mahasiswa-mahasiwa Kampus Mengajar Angkatan selanjutnya akan berusaha mengubah segala keterbatasan tersebut menjadi sebuah inovasi bagi kemajuan pendidikan.
Minggu 9 oktober 2022
Muhammad Nur Azis
Komentar
Posting Komentar